10 Puisi Tentang Bulan Ramadhan Penuh Makna dan Menyejukan Hati

10 Puisi Tentang Bulan Ramadhan Penuh Makna dan Menyejukan Hati – Siapa sih yang tidak suka dengan puisi? Kata-kata yang indah dengan syair yang penuh makna. Kadang ketika membaca atau mendengarkan puisi bahkan bisa sampai baper (bawa perasaan).

Dalam artikel ini kita akan memberikan 10 teks puisi tentang bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan memang merupakan bulan yang selalu dinanti-nantikan oleh umat Islam dari seluruh dunia. Di bulan yang istimewa ini, terdapat banyak sekali kemuliaan yang diberikan oleh Allah SWT. Yuk simak berikut kumpulan puisinya.

10 Puisi Tentang Bulan Ramadhan

1. Bulan Kerinduan

Karya: Imanta Alifia Octavira

Di kala malam yang hening
Gemerlap rindu menerka hati
Rindu akan berkah senja menguras air mata
Rindu suara adzan menyejukkan dahaga

Berjuta jiwa mengharap kehadiranmu
Kau kah itu bulan kerinduan?
Kau kah Ramadhan?
Atas izin Allah membawa ladang harapan penuh keimanan

Kini jarak meraba
Hingga pada akhirnya kepergianmu di depan mata
Dapatkan keindahanmu selalu dalam dekapan?
Menghiasi relung hati yang teramat dalam

Seuntai doa membasahi lisan
Secercah harapan sepertiga malam
Harapan hembusan nafas yang mengalahkan pedihnya jarak
Keagungan Sang Maha Cinta yang dapat menyatukan

2. Seperti Kuli Bangunan

Karya Muhamad Alyudin

Menyongsong mentari di timur pagi
Udara membelai memanjakan diri
Pasukan kuli berkarya di meja tak berkaki
Menciptakan bangunan penuh inovasi

Perlahan tapi pasti
Batu bara dirangkainya dengan hati-hati
Dari dasar tembok yang rendah
Hingga membentuk tembok yang tinggi dan gagah

Dari bawah hingga bagian atap
Para kuli bekerja secara bertahap
Semakin hari karyanya semakin bertingkat
Tingkatannya berjulang tinggi dan kuat

Kuli bangunan, analogi untuk bertingkat
Tingkatkan terus kebaikan dengan penuh semangat
Bertingkat, cara kerja kuli bangunan
Meningkat, cara kerja diriku pada kebaikan di bulan Ramadhan

3. Tuhan Tubuh Ramadhan

Karya: Putri Pari

Seperti awan yang terbuai rindu bumi
Setetes tangis selalu dia beri
Sebagai kata yang tersimpan rapi
Ramadhan datang dengan suci

Sajadah tergelar
Hilangkan rasa mungkar
Tafakur walau terasa sukar
Menjadikan kita orang yang sadar

Ilalang menari dalam hujan lagu dari ranting
Daun-daun gugur termamah kering
Aku pada-Mu Esa yang terpuja
Seperti cinta langit pada Mayapada

Tuhan…

Hadirlah pada tubuh di Ramadhan
Pada kuasa-Mu ku peluk nasuha Ya… Tuhan
Menunggu-Mu dalam tasbih tertangan

4. Sapaan Ramadhan

Karya: Sahabila Khoirunnisa

Lembutmu kembali menyapa
Sejukmu tak hilang terusik senja
Melunakan hati yang telah mengeras
Melegakan qalbu dalam dahaga rindu

Ramadhan,
Biarkan hawamu menghembus
Menyapu alfa hamba pendosa
Mengusap derita insan bernoda

Terindu hembusanmu
Pahala dalam tiap detikmu

Ramadhan,
Rekatkan kembali serpihan mimpi
Satukan jua pecahan asa
Sulam kembali benang dalam helai
Sucikan kembali noda, bercak dan dosa

5. Sahur Ramadhan

Karya: Barkah Wulandari

Pagi yang benar-benar buta
Matahari pun tertidur
Bulan pun tak ada
Semua bangun untuk sahur

Meski waktu ini adalah waktu terdingin
Saat mata ingin terlelap manja
Namun saat ini adalah saat umat muslim penuh makna dalam kehidupan
Saatnya berniat untuk berpuasa

6. Dahaga

Karya: Krisna Tama

Angin menghembus-eratkan pelukan
Pelupuk mata jingga menari dalam bayang-bayang kelam
Kembali hadir sebagai teman, sanak saudara layaknya musuh bebuyutan
Sajak-sajak loka kian hari kian liar bercengkrama lepas
Mencita ego, meluapkan ikhlas

Hanya tersisa dua cangkang kerang
Terpecah lalu menusuk hingga mengerang
Hebat bukan berarti kalah
Hanya sesal, sungguh kesal
Kini kepiting-kepiting lapar itu tersungkur, sujud
Hingga masa tersadar lama, menikmati sisa-sisa bau tanah
yang menjelma menjadi artefak.

Berpikir keras, kembali bertindak waras
Pintu gerbang ampunan terbuka lebar, pacuan waktu tak lagi segila dulu
Kau katakan “Detik ini aku berjanji, sucinya bulan Ramadhan ini akan menjadi saksi”
Kembali, sendiri namun jauh dari kata sunyi
Ditemani ribuan bintang dan suara jangkrik menembang
Berniat akan bertaubat dengan maksud akan taat
Di bulan berkah,
Bulan Ramadhan, yang
Dimulai hari ini

7. Kemuliaan yang Dirindukan

Karya: Adi Taufika Adi

Butir-butir tasbih berputar tak terhitung
Mengiringi zikir di bulan suci
Menyeru umat muslim seisi bumi
Melantunkan kalimat-kalimat agung

Sungguh indahnya di malam hari
Sejuk mendengar alunan bersenandung
Melebihi merdunya suara kidung
Yaitu alunan kalam Ilahi

Sungguh kemuliaan yang layak kita junjung
Ramadhan penuh kedamaian hati
Penuh rahmat Sang Maha Pelindung

Kemuliaan itu selalu dinanti
Rindu datangnya tiada terbendung
Karena datangnya setahun sekali

8. Cinta Tasbih dan Kurma

Karya: Cempaka Sari

Kerinduan mengundang debar
Detak jantung kian bergetar dalam sedar tak sedar

Kau hampiriku dengan khabar
Terujaku menantimu

Kadang bimbang rasa hatiku
Andai tak sempat bertemu
Kiranya aku pergi dulu

Pada Allah aku bermohon
Semoga usiaku masih bersambung
Ingin bertemumu di bulan agung
Kerinduan ku tinggi menggunung

Cinta tasbih dan kurma
Lafaz zikir suburkan jiwa
Lupa sejenak lapar dan dahaga
Meraihmu Ramadhan tercinta

9. Doa pun Dipinta

Karya: Hartini Dewi Putri

Bertabur bulan dan bintang
Bulan suci bulan Ramadan
Nan ditunggu telah pun datang
Berlomba kita menghadap Tuhan

Menabuh genderang di kala senja
Mendengar tausiyah di musala-musala
Dengan gembira marilah beribadah
Berserah diriku hanya kepada-Nya

Doa pun dipinta
Bermunajat kepada Allah
Bersujud di atas sajadah
Netra membulir terkenang akan dosa

Ya, Tuhan….
Damaikanlah hati dan jiwa kami
Terangilah kegelapan menutupi nurani
Bersimpuhku, mengetuk pintu ampunan-Mu

10. Ramadhan di Rantauan

Karya: Seftiyani

Suara adzan indah berkumandang
Mengalahkan dahaga melepas kegelisahan
Senyum tersungging menyapanya
Menunggumu setiap senja
Apa yang kutunggu?

Malamku kembali menghadap-Mu
Mulutku bergumam menyeru-Mu
Mata tertunduk menghafal Surah-Mu
Tangan cekatan memilin tasbih
Menghadapkan doa dari penantianku
Kembali apa yang kutunggu?

Tangisku kini memecah kepiluan
Isakku sekat menyayat sendu
Sepi kelam di rantau orang

Aku termangu menatap kerinduan
Menanti pelukkan dan kasih sayang

Ya Rabb-ku,
Dari pengharapan ini aku berserah pada-Mu
Sebuah penantian yang tak bertepi
Namun, bawalah doa ini
Kirimkan pada semilir angin sampaikan padanya
Sebuah kerinduan ingin bersua

Itulah 10 kumpulan puisi tentang bulan Ramadhan. Puisi tersebut dapat kamu jadikan sebagai referensi ketika kamu akan menulis teks puisi tentang bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat!

Author: admin

Saya hanya seorang blogger pemula dan seorang manusia biasa. Adapun saya membuat blog sederhana ini hanya untuk mengisi waktu luang dan hobby dalam internet.